God of War Ragnarök adalah sekuel yang sangat dinanti
dari reboot God of War 2018 yang melanjutkan saga Kratos dan Atreus dalam Norse
mythology dengan stakes yang lebih tinggi saat Ragnarök, akhir dari segala hal
dalam prophecy Norse, semakin dekat. Santa Monica Studio kembali menghadirkan
action adventure yang cinematic dan emotional dengan production value yang luar
biasa tinggi. Narasi berfokus pada hubungan ayah-anak antara Kratos dan Atreus
yang semakin kompleks saat Atreus, yang sekarang tahu identitasnya sebagai
Loki, mencari tujuan hidupnya sendiri yang kadang bertentangan dengan keinginan
Kratos untuk melindunginya. Konflik internal dan external seimbang dengan
dialog yang natural, character development yang kuat, dan eksplorasi tema
tentang destiny, family, dan breaking the cycle of violence. Plot twist dan
emotional moment sangat memorable terutama di act ketiga yang tidak akan saya
spoil, dengan voice acting yang luar biasa dari Christopher Judge sebagai
Kratos dan Sunny Suljic sebagai Atreus yang berhasil membawa depth ke karakter
mereka.
Sistem combat merupakan refined version dari game sebelumnya
dengan moveset yang lebih banyak dan varied berkat skill tree yang expanded.
Leviathan Axe dan Blades of Chaos kembali dengan combo dan runic attack baru
yang devastating, plus ada tambahan senjata baru yang merupakan major spoiler
namun sangat satisfying digunakan. Variasi enemy lebih banyak dengan
intelligence lebih tinggi yang memaksa pemain untuk adapt strategy, tidak bisa
hanya button mashing. Puzzle design clever dan terintegrasi dengan exploration
tanpa menghentikan pacing terlalu lama. Boss fight adalah highlight utama game
ini dengan encounter yang varied, mulai dari duel intimate one-on-one hingga
battle epic melawan creature dan god yang massive, semuanya cinematic dan
mechanically interesting tanpa terasa repetitive. Companion AI sangat helpful
dengan Atreus dan ally lain yang bisa dikontrol sebagian dan memberikan support
meaningful dalam combat.
Eksplorasi diperluas dengan sembilan realm yang bisa
dikunjungi, masing-masing memiliki biome dan estetika unik mulai dari frozen
wasteland Midgard, lush forest Vanaheim, desert ruins Alfheim, hingga realm
yang lebih spoiler-heavy. Side quest berkualitas tinggi dengan story yang
meaningful dan character development untuk supporting cast, bukan sekedar fetch
quest atau filler content. Collectibles dan secrets banyak tersebar yang
menghargai eksplorasi menyeluruh dengan lore, cosmetics, dan upgrade materials.
Post-game content substansial untuk completionist termasuk optional boss yang
bahkan lebih challenging dari main story boss, berisi fan service untuk yang
familiar dengan mythology. Secara visual game ini menakjubkan bahkan di PS4,
namun di PS5 dengan performance mode 60fps dan fidelity mode 4K, detail
karakter, environment lighting, particle effects, dan weather system semua
cutting-edge. Desain makhluk dan karakter dari Norse mythology kreatif dan
menakjubkan, dari dwarf yang quirky hingga god yang terrifying. Score musik
epic dari Bear McCreary mengiringi moment-moment penting dengan leitmotif yang
memorable dan sound design yang immersive membuat setiap swing axe dan
explosion terasa impactful.
Meskipun game ini nyaris perfect, ada beberapa minor issues
yang perlu disebutkan untuk fairness. Beberapa section terasa repetitive
terutama di mid-game dengan encounter yang similar dan backtracking ke area
yang sama untuk unlock path baru bisa tedious. Pacing kadang tersandung saat
berpindah antara action setpiece dan story exposition yang panjang, meskipun
ini subjektif tergantung preferensi pemain. Puzzles kadang terlalu simple untuk
veteran game series ini. Secara keseluruhan, God of War Ragnarök adalah sekuel
yang worthy dengan improvement di hampir semua aspek dari predecessor-nya yang
sudah excellent. Kombinasi storytelling yang mature dan emotional, combat yang
satisfying dan challenging, production value yang insane, dan konten yang
generous membuat ini game wajib untuk pemilik PlayStation dan salah satu game
terbaik tahun 2022. Rating 9.5/10 sangat pantas untuk masterpiece ini.