Logitech G Pro X Superlight adalah mouse gaming wireless
yang dirancang khusus untuk pemain kompetitif dengan fokus pada performa
maksimal dan bobot ultralight, menjadi pilihan favorit banyak pro player di
berbagai game esports dari Counter-Strike, Valorant, hingga Apex Legends.
Dengan bobot hanya 63 gram, mouse ini terasa sangat ringan di tangan namun
tetap solid tanpa ada creaking atau flex pada body saat di-grip dengan kuat.
Desain ambidextrous dengan bentuk yang simple dan ergonomis cocok untuk berbagai
ukuran tangan dan grip style baik palm, claw, maupun fingertip grip. Build
quality terasa premium dengan material yang tahan lama meskipun ringan, dan
tersedia dalam berbagai warna termasuk hitam, putih, pink, dan edisi khusus
collaboration dengan pro player.
Namun mouse ini bukan tanpa kekurangan, terutama dari segi
value proposition dan feature set. Harga cukup mahal di kisaran 2 hingga 2.5
juta rupiah yang mungkin overkill untuk casual gamer yang tidak membutuhkan
performa tingkat pro. Tidak ada RGB lighting sama sekali demi menghemat berat
dan battery life, jadi bagi yang suka estetika gaming setup dengan lighting,
ini bisa mengecewakan. Tombol samping hanya 2 buah yang cukup untuk FPS gamer,
namun mungkin kurang untuk pemain MMO atau MOBA yang butuh banyak macro dan
keybind. Software Logitech G Hub cukup bloated dan kadang buggy meskipun
fungsional untuk mengatur DPI, button mapping, dan lighting jika paired dengan
peripheral Logitech lain.
Kesimpulannya, Logitech G Pro X Superlight adalah investasi
yang worth it untuk competitive gamer FPS yang memprioritaskan performa, bobot
ringan, dan wireless freedom tanpa kompromi. Untuk casual gaming, content
creation, atau yang butuh banyak tombol programmable, ada opsi lebih
value-friendly seperti G502 atau competitor brand. Mouse ini membuktikan bahwa
wireless gaming sudah tidak ada bedanya dengan wired dalam hal latency, dan
bobot ultralight benar-benar membuat perbedaan dalam aim consistency untuk long
session. Rating yang pantas adalah 9/10, kehilangan 1 poin hanya karena harga
premium dan minimnya extra features diluar pure performance